Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Singkirkan Kecemasanmu akan Masa Depan dengan 5 Cara Ini

Kadang memang sulit untuk tidak mencemaskan masa depan mengingat segalanya tak ada yang pasti. Orang yang hari ini berjaya pun gak bisa memastikan masa depannya akan selalu aman. Aman dari kebangkrutan, misalnya.

Apalagi, bila sampai saat ini belum juga mapan, kamu menjadi khawatir kalau-kalau selamanya kamu akan hidup dalam keterbatasan ekonomi dan gak mampu menjadi kebanggaan keluarga.

Lalu, gimana cara untuk mengatasinya? Bukankah selain gak nyaman, kecemasan yang berlebihan juga malah membuatmu tak berkutik menghadapi hidup? Jangan khawatir, kamu hanya perlu melakukan lima hal berikut ini, kok. Dicoba, ya!

1. Fokus pada usaha terbaik dan doa

Hanya diam dan menyadari kamu belum melakukan apa-apa yang penting untuk masa depanmu akan meningkatkan kecemasanmu. Kamu juga bakal merasa bersalah pada diri sendiri dan keluarga yang berharap banyak padamu.

Persoalannya, dalam kondisi tertekan, kamu akan makin kesulitan menentukan langkah-langkah yang perlu diambil. Oleh karena itu, fokuslah saja dalam berikhtiar. Lakukan apa pun yang bisa dilakukan saat ini.

Jika berlari terlalu sulit, berjalanlah. Kalau berjalan pun terlalu sulit, merangkaklah. Asal dilakukan secara konsisten, setiap usaha akan tetap berguna untuk masa depanmu. Jangan lupa banyak-banyak berdoa agar hatimu tenang dan yakin usahamu akan berbuah hasil.

2. Tenangkan diri begitu pikiran aneh-aneh tentang masa depan muncul

Kendalikan pikiranmu atau pikiran yang akan mengendalikanmu. Bagus bila itu pikiran yang positif. Akan tetapi, gimana jika pikiranmu negatif semua? Seperti yang disebutkan di awal, kamu gak bakal bisa hidup mapan sampai kapan pun.

Singkirkan Kecemasanmu akan Masa Depan dengan 5 Cara Ini

Yuk, tenangkan diri dahulu. Pejamkan mata, tarik napas dalam-dalam, dan embuskan perlahan-lahan. Ulangi beberapa kali sampai kamu merasa lebih tenang. Untuk membuatmu merasa makin baik, katakan ini pada diri sendiri, "Tenang, itu hanya pikiran burukku dan belum tentu akan terjadi. Aku pasti bisa mencegahnya dengan usaha dan doa. Semua orang tentu pernah berada di fase ini."

3. Lihat sebanyak mungkin sisi baik dari apa pun yang terjadi hari ini

Kecemasanmu akan masa depan tidak hanya timbul karena ketidakjelasan masa depan itu sendiri. Namun, barangkali kamu juga mengalami banyak sekali kegagalan dalam usahamu sehingga takut gak akan pernah berhasil.

Sebelum kecemasan akan masa depan bercampur dengan keputusasaan, belajarlah memetik sebanyak mungkin hikmah dari kondisimu saat ini. Misalnya, sudah bekerja keras, tetapi penghasilanmu belum sebesar yang kamu harapkan.

Kalau dilihat dari sisi positifnya, bukankah kamu malah belajar sangat banyak tentang cara mengelola keuangan agar penghasilanmu tetap cukup untuk sebulan. Kelak, saat penghasilanmu sudah berlipat-lipat, kamu jadi terhindar dari sikap boros. Bisa lebih banyak berinvestasi, deh.

4. Apresiasi diri sendiri atas semua usaha yang telah dilakukan selama ini. Kamu hebat!

Sekalipun hasilnya masih jauh dari keinginan, kamu toh sudah berusaha. Bahkan, kamu bukan asal-asalan berusaha, melainkan selalu penuh kesungguhan. Gak semua orang mau bersusah-susah sepertimu, lho.

Itu sebabnya, meski orang lain belum tentu membanggakanmu, kamu sendiri tetap harus mengapresiasi seluruh usahamu itu. Bahkan, seandainya semua orang menyebutmu pecundang, kamu harus tetap yakin dirimu calon pemenang.

5. Bicarakan kecemasanmu pada orang lain agar tak merasa sendirian

Perasaan sendirian memperburuk segalanya, sama seperti saat kamu sakit. Kamu akan merasa lebih baik bila ada yang menemani ketimbang berbaring sendirian di kamar kos.

Jika orang yang menemanimu sama-sama sakit alias kalian dirawat di rumah sakit, kamu jadi merasa ada teman untuk berjuang sembuh. Sementara, kalau orang yang menemanimu sehat, kamu jadi merasa lebih aman dalam penjagaannya.

Itu sebabnya, milikilah teman untuk menceritakan kecemasanmu akan masa depan. Apabila dia teman sebaya, kamu bakal mengetahui bahwa ternyata dia pun memiliki kecemasan serupa. Artinya, kamu normal.

Jika dia lebih dewasa daripada kamu dan sudah lebih santai menatap masa depan, dia pasti bisa menenangkanmu dengan cerita pengalamannya sendiri. Semuanya menguntungkan, bukan?

Mencemaskan masa depan memang sesuatu yang wajar, terutama di usiamu yang masih muda. Akan tetapi, penting pula untuk mengendalikannya agar kesehatan mentalmu tetap terjaga. Terapkan lima cara di atas, ya!

Posting Komentar untuk "Singkirkan Kecemasanmu akan Masa Depan dengan 5 Cara Ini"